Siapa Aku?

Siapa aku? Entahlah.

Yang aku tau mata ini sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Aku melihat dunia dengan jelas. Pandanganku nyata. Tapi sungguh, aku masih belum mengerti proses panjang yang terjadi sebelumnya. Mama sering bercerita, dulu waktu bayi aku termasuk pribadi aktif dan lincah. Aku pribadi aktif dan lincah?? Apa aku termasuk anak SGM? Tunggu dulu, bukan itu intinya. Yang jadi masalah adalah kata-kata mama yang 'dulu waktu bayi' itu. Waktu bayi?? Aku sempat galau. Apa aku pernah bayi? Kapan? Karena sungguh aku ga pernah menyadari telah melalui fase 'waktu bayi' itu. Sumpah! Di otak sempurna ciptaan Tuhan yang ada padaku ga pernah terekam memori itu. Aku coba untuk membuka tiap folder yang ada. NIHIL!! Ga ada folder yang menyimpan kenangan itu. Sungguh mati aku jadi penasaran. Sampai mati pun akan kuperjuangkan. Karena dari lisan mama dan keluarga dekatku, tergambar kisah menarik tentang aku waktu bayi.

Kalau kamu juga merasa seperti aku : yang sama sekali tidak pernah bisa mengingat kenangan waktu bayi, berarti kita satu hati. Tapi buat kamu yang bisa, aku turut bahagia. Mungkin kamu bisa membagi sedikit ajah perasaan itu ke aku. Hanya sebagai tombo kangen.


*hening... *hela nafas...


Sungguh ini masih jadi pertanyaan serius buat aku. Seandainya saja Tuhan punya akun di YouTube, mungkin disana Tuhan sudah upload video waktu aku bayi. Dan aku bisa mengunduhnya. Meski melalui proses buffering yang lama, aku tetap sabar menunggu sampai unduhanku berhasil. Demi dapat menyimpan kenanganku.


Siapa aku? Aku adalah Bocah.

Dan tiba masa dimana aku mengenal lembar rupiah. Masa dimana aku mengenal chiky. Masa dimana aku mengenal Doraemon. Masa dimana aku mengenal Satria Baja Hitam. Dan masa dimana aku selalu melihat Dunia Dalam Berita di jam 9 malam di semua stasiun televisi. Ya, saat itu masa dimana aku bocah.
Indahnya saat bocah. Mau salah juga ga ada yang marah. Karena semua menganggap itu wajar. Malah ada yang tertawa saat aku berbuat salah. Saat itu benar-benar sebuah masa yang indah. Papa dan mama masih manjakan aku dengan banyak hal. Karena aku belum ada kompetitor dalam mendapat perhatian. Nenek begitu bangga sama aku. Sampai ke semua pedagang di pasar pun nenek berkata, "ini lho cucu pertama saya. Ganteng, kan?". Dan mereka pun menjawab iya dengan beragam ekspresi.


Siapa aku? Aku adalah Remaja.

Pakai peci. Sarungan. Bangun tidur dilanjut mandi jam 3 pagi. Buru-buru ke masjid perkara takut sama stick drum. Sampai masjid atur posisi trus tidur lagi. Ya, aku remaja santri yang cupu. Waktu itu.
Mulai mengenal persahabatan yang amat sangat erat. Baju loe, baju gue. Begitulah kehidupan remajaku. Berteman dengan kakak kelas demi menjaga stabilitas dan keamanan diri. Merapatkan barisan demi nama baik kelas saat malam jum'at tiba. Dan beradaptasi dengan kondisi taman demi pandangan pertama.

*ngaca...
*ngatur poni...


Siapa aku? Aku adalah Laki-Laki.

Mengenal SKS. Mengejar IPK. Sedikit menaikkan anggaran tiap bulan waktu bayar SPP. Belajar untuk bersahabat sekaligus mencintai sahabat. Nekat cetak tatto demi kata macho. Merasakan menjadi idola saat ngoceh di atas panggung bawakan acara kampus. Ya, aku laki-laki kampus. Yang sedang bergairah menikmati hidup.

Fase ini sedikit menggiring aku menjauh dari keluarga. Ini yang aku sesalkan. Semua atas nama kampus. Semua atas nama UKM. Semua atas nama tugas. Dunia yang benar-benar sempurna kala itu. Gila. Konyol. Nekat. Penuh ambisi.


Siapa aku? Aku adalah Pria (setengah matang).

Berdasi dengan map hijau di tangan. Modal ijazah dan lembaran berisi data diri serta lamaran. Duduk tegang. Menahan pipis. Keringat mengucur. Bibir pecah-pecah. Panas dalam. Meriang. Dan.....kenapa aku jadi lebay gini??

*ngaca...
*senyum...


Ya, aku pria (setengah matang) yang mulai bergaul dengan suasana kerja. Berkawan dengan om-om berkemeja. Aku paling muda saat ini. Yang lain sudah beranak. Ini duniaku sekarang, dan sampai saat ini. Perjalanan tentang siapa aku yang dari Entahlah hingga ke Pria (setengah matang). Rumit. Penuh tanda tanya. Berwarna.

Sesekali, coba renungkan siapa kamu. Menarik kok. Temukan bagian paling berkesan dalam setiap langkah dan tatapanmu. Temukan momen paling berharga untuk setiap senyum dan tangismu. Temukan, siapa kamu.





Tamat.