Kamis, 22 Desember 2011

Pelajaran Tentang 'CD'

Kisah lama..

Adik laki-laki aku yang paling busuk (maksudnya bungsu), sudah mulai tumbuh rasa penasarannya akan sesuatu yang baru dan unik. Meskipun ngomongnya masih ketuker antara R dan L. Ajaib memang, otak anak kecil mampu merekam hal-hal baru dengan sangat cepat. Sedangkan kita (jangan pada ngeles ya) yang pada tuir ini (jangan ngeles lagi, terima aja kenyataan) buat inget seuatu yang baru aja kadang masih loading. Misalnya, sering banget kita lupa sudah punya pacar yang jelas-jelas satu kampus, satu fakultas dan satu kelas. Tapi karena lupa, kita akhirnya pacaran lagi sama anak kampus tapi yang beda fakultas. Aneh kan?? Ya seperti itu lah kita!

*hening...


Balik lagi ke cerita adik aku..

Suatu saat ketika akan mau berangkat sekolah perdananya, aku lihat dia sibuk sekali acak-acak lemari pakaian. Padahal aku lihat baju play-group yang mau dia pake sudah siap di atas kasur. Karena penasaran banget, aku iseng nanya,
"Ngapain dek? Kok diberantakin gitu baju-bajunya?", tanya aku pelan.
"Ini lho, Da. Aku nyali-nyali celana aku..", jawabnya dengan nada nelangsa.
"Itu kan sudah disiapin mama. Di atas kasur. Tuh coba liat", jawabku sambil nunjuk seragam dia.
"Bukan itu, Da. Celana yang satunya lho ah!", balasnya sambil sedikit mewek emosi.

Semakin bingung aku sama apa yang dia maksut. Celana apa sih yang dicari sampe harus acak-acak lemari? Aku sempat mikir kalau dia lagi nyari celana jeans pendek favorit dia. Tapi masa iya dia mau ke play-group pake celana jeans??
"Celana apa sih, dek? Sini Da Othy bantu cariin. Ga usah mewek gitu ah. Dah busuk malah tambah jelek ntar", goda aku sambil deketin dia.

Mama yang waktu itu lagi nyiapin sarapan juga ikut denger percakapan di kamarku.
"Nyari apa sih, Ot?", teriak mama dari arah dapur.
"Nyari celananya adek, ma", jelasku dari dalam kamar.

Mama yang (aku yakin juga bingung) merasa sudah menyiapkan semuanya dengan rapih pun, akhirnya ikut nimbrung masuk ke kamar.
"Itu kan celananya di atas kasur, dek" jelas mama ke si busuk.
"Duuhh..mama ini lho. Adek ga nyali celana itu!", si busuk tambah sewot. Mewek.

Aku menatap mama dengan pandangan bingung. Mama pun juga memandangku dengan pandangan lebih bingung dari aku. Sementara si adik masih seenaknya sendiri buang-buang baju di lemari. Dari rak satu ke rak lain. Akhirnya si busuk satu ini nemuin apa yang dia cari,
"Nah ini loh yang adek cali dali tadi!", soraknya sambil mengangkat celana yang dia maksut.
"Kalo ndak pakai ini ntal titit adek ga ketutupan, ma. Kan adek malu ntalnya tititnya keliatan!", si busuk menerangkan ke mama sambil masih mengangkat tinggi celananya.

Ebuseeett....!!! Jadi demi celana ini dia sampe harus acak-acak lemari. Sampe harus mewek emosi. Dan sampe harus bikin bingung aku sama mama. Demi sebuah CD a.k.a Kancut!!!

Selama ini yang adik pahami adalah, ada sebuah benda berbentuk segitiga dengan kolor di atasnya yang berfungsi buat nutupin titit busuknya dia. Tanpa tahu apa sebutannya. Dari kejadian pagi itu, aku dan mama sepakat. Setelahnya si busuk ini harus lebih dikenalkan dengan CD dan sebangsannya. Supaya ga bikin bingung orang





TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar